Minggu, 21 Maret 2010

Sang Maestro

Sang Maestro (Part 1)

Kulihat sang maestro berjuang
Kudengar sang maestro bersenandung
Tetapi, dia tertunduk
Mendapati nada nadanya
Yang tak terangkai dalam sebuah melodi

Namun
Sang maestro tak menyerah

Kulihat kembali perjuangan itu
Kudengar kembali senandung itu
Tapi, kembali tertunduk
Mendapati nada nadanya
Kini banyak yang hilang
Entah kemana

Kulihat nada-nada itu tak mau berjuang
Kudengar nada-nada itu tak mau bersenandung
Tetapi sampai kapan?
sang maestro masih mendapati kertas nadanya
yang tak tersusun
yang robek sana-sini
tak teratur

Tetapi
Sang maestro masih percaya
Menyusun kembali kertas nada itu
Menjadi sebuah melodi nan indah
Dalam sebuah simfoni

Ingin sekali kulihat
Sang maestro tersenyum
Melihat nada-nadanya telah tersusun
Terajut dalam melodi yang indah
Dalam sentuhan klasik
Dan menyanyikannya dengan mata berbinar

Ingin sekali kulihat itu
Dan aku percaya

28 Februari 2010

Sang Maestro (Part 2)

Kudengar
Pelan, hampir tak terdengar
Suara angin yang berhembus
Ke dalam simfoni

Kulihat
Samar, hampir tak terlihat
Sang Maestro berdiri di depan
Tegak, tak bergerak

Kudengar lagi
Kini lebih keras
Suara angin itu kini
Membawa alunan melodi yang indah
Yang menggetarkan jiwa raga

Kulihat lagi
Kini lebih jelas
Sang Maestro bergerak mengangkat tangan
Memimpin alunan melodi itu
Menjadi lebih indah

Kini


Kudengar dengan nyaring
Alunan nada-nadanya yang indah

Kulihat dengan sangat jelas
Sang maestro akhirnya tersennyum
Tersenyum dengan bangga
Melihat nada-nadanya terangkai menjadi satu
Seakan ingin berkata
"terimakasih kawan, semua ini berkat perjuangan kita"

Alunan melodi itu telah terangkai indah
Nada-nada itu kini bersatu
Berjuang bersama Sang Maestro
Gemuruh musiknya kini terdengar
Menyihir hati sang pendengar
Dalam simfoni

Dalam hati ku berkata
Inilah, inilah bukti kepercayaanku

22 Maret 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar